Brontok atau W32/Brontok (lebih dikenal dengan nama Rontokbro) adalah virus komputer yang mulai menyebar pada akhir 2005.
Daftar isi [sembunyikan]1 Perilaku 2 Varian 3 Lihat pula 4 Pranala luar
[sunting] PerilakuVirus ini menampilkan dirinya dengan mencolok. Ciri khas virus ini dapat dilihat dari berbelitnya cara kerjanya. Ia mengunci editor registry Microsoft Registry Editor (regedit.exe atau regedt32.exe) dan utilitas MSCONFIG.EXE komputer yang terinfeksi. Lebih jauh, ia memanipulasi antivirus pada masanya dengan Cyclic Redundancy Check 32-bit (crc32), sidik jari atau signature yang lebih dari satu. Virus ini menyamar di balik icon berbentuk folder Windows Explorer yang dibuatnya, maskipun sebenarnya masih berbentuk aplikasi.
Keunikan virus ini adalah keluarnya pesan kepada komputer yang terinfeksi. Pada beberapa varian, pesan yang keluar adalah 'lima pesan moral' yang ditujukan kepada masyarakat Indonesia yang bobrok. Semenjak varian Brontok.Mybro, pesan keluar melalui DOS atau Command Prompt yang berisi ejekan kepada virus RomanticDevil dan Nobron.
[sunting] VarianBrontok diketahui memiliki beberapa varian antara lain W32/Brontok-AJ, W32/Brontok-L, W32/Brontok-W, W32/Brontok-D, W32/Brontok-S, dan W32/Brontok.Mybro. Virus ini dibuat dengan Visual Basic 6.0 dan beberapa varian juga dibuat dengan Microsoft Visual C++.
Sampai bulan Oktober 2006 tercatat Brontok mempunyai 60 varian lebih.
Nobron (W32/Nobron) adalah virus komputer yang awalnya dibuat untuk mengobati komputer pembuatnya yang terinfeksi Brontok. Virus ini menghapus registry yang dibuat oleh virus Brontok. Ada yang mengatakan bahwa Nobron itu adalah No Brontok jadi di singkat NoBron, namun demikian Nobron juga cukup merugikan, karena Nobron juga punya rencana jahat seperti menghina Brontok dan Mengunci utilitas MSCONFIG.EXE korbannya. Tetapi tidak seperi Brontok, beberapa antivirus dapat mengenali virus ini dengan nama Kiamat atau Hadus. Selain menghina Brontok, NoBron juga mengeluarkan pesan yang sama seperti Brontok (lihat Brontok) namun jika diperhatikan ada beberapa teks yang tidak sama.
Hacked by Godzilla adalah gejala serangan virus komputer yang mulai terjadi sejak Januari 2007. Diperkirakan serangan virus pertama berasal dari daerah Thailand dan dengan cepat menyebar ke seluruh dunia.
Banyak solusi manual dan antivirus yang telah memutakhirkan definisi virusnya untuk mengatasi gangguan ini.
[sunting] Ciri dan karakteristikCiri visual keberadaan virus ini adalah jendela Internet Explorer ditambahi dengan pesan "Hacked y Godzilla".
Setelah menular melalui piranti penyimpanan file, virus ini mengubah registry Windows, group setting, dan memanipulasi fasilitas autoplay untuk mengupayakan programnya selalu dijalankan.
Process yang dijalankan saat virus sedang aktif adalah wscript.exe.
[sunting] AkibatWalaupun tidak dikategorikan berbahaya, virus ini menyulitkan pengguna komputer karena mengunci penggunaan drive dengan klik ganda, dan mengalihkan halaman pertama Internet Explorer ke situs tertentu. Selain itu sumber daya komputer akan sangat terkurasLangkah-langkah menghilangkan virus komputerPosted in IT Solution, Tutorial - 25 Comments Beberapa tahun belakangan banyak bermunculan virus-virus yang mulai merepotkan masyarakat pengguna komputer. Kalau dahulu pengguna internet saja yang dipusingkan oleh virus karena penyebarannya yang masih terbatas melalui email dan jaringan. Seiring perkembangan teknologi maka perangkat mobile teknologi informasi juga berkembang. Saat ini hampir tiap pengguna komputer pasti memiliki flash disk yang merupakan media penyimpanan data yang sangat portable dan mudah digunakan karena sifatnya seperti disket namun dengan kapasitas besar dan tidak mudah rusak. Namun kepopuleran flash disk di pengguna komputer memancing para pembuat virus untuk membuat virus yang menyebar melalui media penyimpanan ini. Hal ini membuat para pengguna yang kurang paham komputer terkadang tertipu karena menjalankan virus yang disangkanya adalah file lain seperti file dokumen Microsoft Word, Folder, atau bentuk file lainnya. Padahal yang sedang dibuka adalah program virus yang memiliki icon sama dengan file-file tersebut.
Tidak perlu membahas terlalu panjang sejarah kemunculan virus ini, namun buat pengguna yang sudah terkena virus maka sebenarnya langkah pembasmian virus-virus tersebut hampir sama. Biasanya masyarakat umum yang tidak memiliki akses internet di komputernya akan lebih mudah terkena virus karena antivirus yang tidak up to date sehingga antivirus miliknya tidak mengenali virus-virus baru. Ada beberapa cara menghilangkan virus dari komputer anda bila sudah terlanjur terinfeksi virus ini. Teknik-teknik berikut dibahas pada sistem operasi Windows XP karena OS inilah yang paling umum terinfeksi dan paling banyak digunakan. Berikut adalah teknik teknik tersebut:
Menghapus dengan antivirus di komputer lainDengan melepaskan hardisk komputer yang telah terinfeksi virus kemudian dipasangkan ke komputer lain yang memilki antivirus yang terbaru atau setidaknya mampu mengenali virus di sistem yang telah terinfeksi. Lakukan full scanning pada hardisk sistem yang terinfeksi dan hapus semua virus yang ditemukan. Setelah selesai hardisk tersebut sudah dapat dipasang kembali dikomputer dan jalankan sistem seperti biasa. Lakukan pemeriksaan kembali apakah komputer masih menunjukkan gejala yang sama saat terkena virus. Cara ini ampuh membersihkan virus sepanjang antivirus di komputer lain tersebut dapat mengenali dan menghapus virus di hardisk yang terinfeksi. Namun virus masih meninggalkan jejak berupa autorun atau startup yang tidak berfungsi. Jejak ini terkadang memunculkan pesan error yang tidak berbahaya namun mungkin sedikit mengganggu.
Menghapus dengan sistem operasi lainPada laptop atau komputer yang tidak dapat dilepas harddisknya maka cara lain adalah menjalankan sistem operasi lain yang tidak terinfeksi virus dan melakukan full scan terhadap seluruh harddisk. Biasanya ada beberpa pengguna yang menggunakan dual OS seperti Linux dan Windows atau Windows XP dan Windows Vista dsb. Selain itu bisa juga menggunakan LiveCD atau OS Portable seperti Knoopix dan Windows PE ( Windows yang telah diminimazed dan dapat dibooting dari media penyimpanan portable seperti flash disk atau CD.) lalu lakukan full scanning dengan antivirus terbaru. Efektifnya sama dengan menghapus virus dengan antivirus di komputer lain contoh diatas. Virus terkadang masih meninggalkan jejak tidak berbahaya.
Menghapus secara manualBila anda kesulitan melakukan hal diatas masih ada cara lain yaitu dengan cara manual. Langkah-langkah tersebut adalah:
Matikan process yang dijalankan oleh virus. Virus yang aktif pasti memiliki process yang berjalan pada sistem. Process ini biasanya memantau aktifitas sistem dan melakukan aksinya bila ada kejadian tertentu yang dikenali virus tersebut. Contohnya pada saat kita memasang flash disk, process virus akan mengenali aksi tersebut dan menginfeksi flash disk dengan virus yang sama. Proses ini harusnya bisa dilihat dari task manager yang bisa diaktifkan dengan tombol Ctrl + Alt + Del namun terkadang virus akan memblokir aksi ini dengan melakukan log off, menutup window Task Manager, atau restart sistem. Cara lain adalah menggunakan tool lain untuk melihat dan mematikan proses virus. Saya biasa menggunakan Process Explorer dari http://www.sysinternals.com/ . Dengan tool ini anda bisa mematikan process yang dianggap virus. Pada saat mematikan proses milik virus perlu diperhatikan terkadang proses milik virus terdiri atas lebih dari 1 proses yang saling memantau. Bila 1 proses dimatikan maka proses tsb akan dihidupkan lagi dengan proses lainnya. Karena itu mematikan process virus harus dengan cepat sebelum proses yang dimatikan dihidupkan lagi oleh proses lainnya. Kenali terlebih dahulu proses yang dianggap virus lalu matikan semuanya dengan cepat. Biasanya virus menyamar menyerupai proses windows tapi tentu ada bedanya seperti IExplorer.exe yang meniru Explorer.exe. Berikut adalah proses windows yang bisa dijadikan referensi proses yang dikategorikan aman: C:\WINDOWS\system32\smss.exeC:\WINDOWS\system32\csrss.exeC:\WINDOWS\system32\winlogon.exeC:\WINDOWS\system32\services.exeC:\WINDOWS\system32\svchost.exeC:\WINDOWS\system32\lsass.exeC:\WINDOWS\Explorer.exeSelain process explorer anda bisa menggunakan tools lainnya yang mungkin lebih mudah dan bisa menghapus process sekaligus. Contoh lain adalah HijackFree. Anda bisa mencari di google tools sejenis.
Setelah proses mematikan virus berhasil lakukan pengembalian nilai default parameter sistem yang digunakan virus untuk mengaktifkan dirinya dan memblokir usaha menghapus dirinya. Parameter tersebut berada pada registry windows yang bisa di reset dengan nilai defaultnya. Simpan file berikut dengan nama apa saja dengan extention file .reg. Kemudian eksekusi file tersebut dengan mengklik 2 kali. Bila ada konfirmasi anda bisa menjawab Yes/Ok. Berikut file registry tersebut: Windows Registry Editor Version 5.00[HKEY_CURRENT_USER\Software\Microsoft\Windows\CurrentVersion\Explorer\Advanced]"Hidden"=dword:00000000"SuperHidden"=dword:00000000"ShowSuperHidden"=dword:00000000
[HKEY_LOCAL_MACHINE\SYSTEM\ControlSet001\Control\SafeBoot]"AlternateShell"="Cmd.exe"[HKEY_LOCAL_MACHINE\SYSTEM\ControlSet002\Control\SafeBoot]"AlternateShell"="Cmd.exe"[HKEY_LOCAL_MACHINE\SYSTEM\CurrentControlSet\Control\SafeBoot]"AlternateShell"="Cmd.exe"
[HKEY_LOCAL_MACHINE\SOFTWARE\Microsoft\Windows NT\CurrentVersion\Winlogon]"Shell"="Explorer.exe""Userinit"="C:\WINDOWS\system32\userinit.exe,"
[HKEY_CLASSES_ROOT\regfile\shell\open\command]@="regedit.exe \"%1\""
[HKEY_CLASSES_ROOT\scrfile\shell\open\command]@="\"%1\" %*"
[HKEY_CLASSES_ROOT\piffile\shell\open\command]@="\"%1\" %*"[HKEY_CLASSES_ROOT\comfile\shell\open\command]@="\"%1\" %*"[HKEY_CLASSES_ROOT\exefile\shell\open\command]@="\"%1\" %*"File registry diatas akan membuka blokir regedit, mencegah virus mencangkokkan dirinya pada sistem, dan reset parameter lain untuk mencegah virus jalan lagi.
Setelah proses virus dimatikan dan parameter sistem di reset. Cegah virus aktif kembali dengan menghapus entry virus pada autorun dan startup Windows. Bisa menggunakan tool bawaan windows MSConfig atau mengedit langsung pada registry dengan Regedit. Untuk lebih mudahnya gunakan tools pihak ketiga seperti autoruns dari http://www.sysinternals.com/ untuk menghapus entry autorun dan startup milik virus tsb. Jangan lupa periksa folder StartUp pada menu Start Menu -> Programs -> Startup dan pastikan tidak ada entry virus tsb. Download antivirus terbaru dan lakukan full scanning pada sistem agar antivirus memeriksa keseluruhan sistem dan menghapus semua virus yang ditemukan. Saya menyarankan avira yang bisa didownload dari http://www.free-av.com/ karena sifatnya free dan scanner virus yang sama tangguhnya dengan antivirus komersil seperti Symantec atau Kaspersky. Sebelum restart pastikan anda tidak melewatkan virus baik dari proces atau autorun dan startup sistem. Karena bila tidak maka pada saat restart maka sistem akan kembali seperti pada saat terinfeksi virus dan sia-sia semua langkah yang anda lakukan sebelumnya. Setelah restart periksa kembali komputer anda dan perhatikan apakah gejala yang muncul pada saat komputer terinfeksi masih ada atau tidak. Bila ada maka anda terlewat beberpa autorun virus atau reset parameter sistem diatas tidak berhasil. Lakukan langkah diatas dan periksa lebih cermat tiap langkah anda sebelum melakukan restart sistem. Itulah langkah-langkah penghapusan virus pada sistem Windows XP. Untuk mencegah virus datang kembali sebaiknya anda rajin update antivirus atau memasang aplikasi pencegah seperti WinPooch atau Comodo Firewall yang akan memperingatkan pengguna bila ada program lain yang akan memodifikasi sistem. Jadi walaupun virus tersebut tidak dikenali akan tetapi sebelum masuk maka pengguna akan diperingatkan oleh aplikasi pencegah. Bila anda mengenali program yang hendak mengakses sistem anda maka anda bisa mengijinkan akses tersebut namun bila tidak sebaiknya tolak dan blokir akses tersebut karena ada kemungkinan program tersebut adalah virus.
Berhati-hati pada saat membuka flash disk. Jangan membuka flash disk dengan klik 2 kali. Buka dengan klik kanan lalu pilih menu Open agar fitur autoplay pada flash disk tidak menjalankan virus secara ototmatis. Jangan lupa perhatikan file yang anda buka. Walaupun iconnya sama perhatikan bahwa file yang anda buka buka tipe application atau program. Pastikan file word adalah betul-betul word dan folder betul-betul folder bisa dengan melihat detail atau properties dari file tsb. Semoga artikel ini membantu dan mencegah anda terinfeksi virus komputer.
Februari 2002 - 11:49 Virus Komputer makin Canggih PARA pembuat virus komputer dan worm tak pernah kekurangan akal dalam menyebarkan ciptaannya. Kita pernah mengenal virus yang disamarkan dalam kiriman surat elektronik. Kini muncul virus komputer baru yang bisa menyamar sebagai halaman situs Web.
Meski worm e-mail yang disebut virus W32/Myparty@MM atau ``My Party`` ini terbukti tidak sedemikian merusak layaknya virus Nimda atau Kournikova tempo dulu, tetap saja patut diwaspadai. Yang menarik adalah virus ini memakai taktik psikologis baru untuk mengecoh pemakai komputer.Program perusak ``My Party`` adalah virus pertama yang memanfaatkan ekstensi .com supaya orang mau membukanya. Dia menjelajahi Web lewat account e-mail Microsoft Outlook dan menyebabkan gangguan di mana-mana. ``Virus tersebut terlihat seperti dikirimkan teman kita sendiri, attachment-nya juga mirip alamat Web sehingga orang yang tidak tahu bisa terbujuk mengkliknya,`` kata konsultan perusahaan antivirus Sophos, Graham Cluley, dalam BBC News Online.
Sementara para ahli virus yang tergabung dalam Anti-Virus Emergency Response Team (AVERT) mengidentifikasi My Party sebagai virus dengan risiko medium. Meski sempat dikhawatirkan, virus MyParty agaknya tak terlalu ganas. Buktinya sejauh ini hanya diterima beberapa ribu laporan.
Worm yang bisa menyebar luas ini datang sebagai pesan e-mail. Subjek surat berbunyi ``new photos from my party`` dan isinya berupa pesan antara lain ``Hello! My party...It was absolutely amazing! I have attached my web page with new photos. If you can please make color prints of my photos. Thanks!.`` Kalimat tersebut berpura-pura seolah mengarahkan orang kepada sebuah situs Web Yahoo yang berisi kumpulan foto pesta teman sendiri.
Seperti disebutkan Siliconvalley.internet.com, rangkaian attachment virus yaitu http://www.myparty.yahoo.com/ memang mirip dengan alamat (URL) sebuah situs Web. Padahal sebenarnya ekstensi tadi merupakan file PE 29.696 byte. Bila dibuka, virus menyalin dirinya sendiri ke C:\recycled\regctrl.exe lalu file segera dijalankan.
Selanjutnya, server SMTP default milik pemakai komputer akan ditarik dari registrasi. Virus memakai server SMTP itu untuk mengirim dirinya ke semua alamat yang ada pada Windows Adress Book dan alamat di dalam file .DBX.
Masalah lain adalah virus itu membuat pintu belakang Trojan. Risikonya komputer menjadi terbuka untuk serangan model denial of service dan ancaman keamanan lain.
Uniknya, virus hanya mencoba memperbanyak diri kalau kalender menunjukkan tanggal 25, 26, 27, 28, atau 29 Januari 2002. AVERT mengatakan ada varian lain yang hanya mampu menyebar antara 20 dan 24 Januari 2004. Pada komputer dengan penyetelan kalender yang tepat, varian itu tidak akan mereplikasi diri.
Perusahaan F-Secure Anti Virus dari Finlandia mengatakan worm tersebut dibuat di Rusia dan tidak akan menginfeksi komputer di negara tersebut.
Serangan e-mail ``My Party`` ini adalah contoh lain dari virus ``reverse social engineering``. Virus tipe ini tidak mengandalkan kata-kata subjek sensasional, seperti AnnaKournikova atau Naked Wife, untuk mengecoh pemakai komputer. Worm Kournikova, yang dulu terkenal, menjanjikan gambar sang gadis petenis Rusia kepada orang yang membuka surat.
Virus MyParty lebih memanfaatkan nama attachment yang lebih realistis. ``Karena orang sangat jarang mengirim format .com, administrator sistem dapat dengan mudah mencegah serangan dengan memfilter attachment e-mail berekstensi .com pada gateway e-mail atau firewall,`` ungkap Manajer F-Secure, Mikko Hypponen.
Orang bisa sadar komputernya telah terinfeksi bila melihat dari prompt DOS dengan C:\RECYCLE\REGCTRL.EXE, bukan dari Windows. Bila memakai Windows ME, sistem operasi tersebut menggunakan utiliti cadangan yang mem-back-up file-file terpilih secara otomatis ke folder C:\_Restore. Artinya, file terinfeksi bisa disimpan di sana sebagai file cadangan, lalu scan virus jadi tidak bisa menghapus file itu.
Berbagai teknik membasmi virus komputerKategori Antivirus, Software, Virus 12,494 views 46 Comments Salah satu fungsi antivirus adalah mencegah virus menginfeksi komputer. Meski saat ini banyak antivirus yang mempunyai proactive detection ( kemampuan mendeteksi virus baru yang belum masuk database virus ) yang bagus, tetapi jika komputer sudah terinfeksi virus, biasanya antivirus yang ter-install tidak bisa berbuat banyak.
Mengapa seperti itu ? Ya, jika Komputer sudah terinfeksi virus, biasanya hal pertama yang dilakukan virus adalah menon-aktifkan antivirus yang ada, jika tidak berhasil maka virus akan mencegah antivirus untuk menghapus dirinya. Lalu bagaimana jika hal ini terjadi ?
Ada beberapa cara jika komputer sudah terinfeksi virus, dan virus yang sudah terinstall tidak sanggup menanganinya.
1. Install atau gunakan antivirus lain
Jika masih bisa di install Antivirus lain, maka sebaiknya di coba. Gunakan program antivirus yang terbaru, langsung scan jika sudah selesai install atau akan lebih baik jika di update terlebih dahulu. Mungkin untuk kebanyakan antivirus hal ini tidak berhasil, karena virus biasanya sudah mengantisipasi hal ini.
Alternatifnya, gunakan antivirus baru. Misalnya RISING Antivirus 2008 Free Edition, yang baru saja di release. Antivirus ini cukup bagus, sebelumnya saya pernah menginstall komputer teman dengan Avira yang ternyata sudah terkena virus, sehingga installasi tidak berhasil. Kemudian saya coba antivirus ini dan bisa mendeteksi virus yang menginfeksi komputer.
2. Scan Hardisk di Komputer lain
Jika mempunyai beberapa komputer atau ada teman yang mempunyai komputer dengan antivirus yang selalu update, maka cobalah scan di komputer tersebut. Cara terbaik adalah dengan melepas hardisk dan dipasang di komputer teman tersebut, kemudian baru di scan secara menyeluruh.
Hal ini memang memerlukan ilmu tentang pasang memasang hardisk (teknis mengenai perangkat komputer), sehingga mungkin jika belum pernah akan mengalami kesulitan. Sebaiknya ditanyakan ke teman yang lebih tahu. Selain itu hal ini biasanya tidak bisa dilakukan di Laptop yang masih garansi, karena jika melepas hardisk, maka biasanya merusak label garansi di Laptop tersebut. Jadi mungkin dengan cara ketiga.
3. Scan dengan antivirus di Bootable CD
Bootable CD yang dimaksud disini merupakan CD yang berisi sistem operasi (baik sederhana maupun kompleks) yang bisa dijalankan komputer tanpa memerlukan hardisk. Dengan begitu, semua program yang ada di hardisk, termasuk virus dijamin tidak bisa berjalan, tetapi bisa diakses melalui Bootable CD ini.
Ada beberapa Bootable CD Gratis yang sudah disertakan antivirus dan bisa dimanfaatkan, antara lain :
Ultimatebootcd (UBCD), Bootable CD ini berbasis DOS, sehingga mungkin bagi yang belum terbiasa akan kesulitan. Selain itu Antivirus yang disertakan hanya F-Prot Antivirus for DOS ( Virus definition: 4 May 2007), McAfee Antivirus Scanner 4.40.0 (Virus definition: 3 May 2007) dan BugHunter. Sehingga sepertinya tidak mencukupi karena tidak update lagi. Download dan selengkapnya di http://www.ultimatebootcd.com/
UBCD4Win (Ultimate Boot CD for Windows). Ini merupakan pengembangan dari UBCD, dan sudah berbasis windows XP sehingga lebih memudahkan penggunanya. Tetapi untuk membuat Bootable CD-nya diperlukan CD Instalasi Windows XP. Ukurannya cukup besar, yaitu sekitar 230 MB. Informasi selengkapnya bisa dibaca artikel tentang UBCD for Windows disini. Untuk download bisa didapat di http://www.ubcd4win.com/.
AntiVir Rescue System, Bootable CD ini berbasis Linux. Dibanding Bootable CD sebelumnya, AntiVir Rescue System merupakan Bootable CD yang khusus menangani virus, selain itu aplikasi ini selalu update, bahkan mungkin setiap hari selalu ada tambahan virus baru, sehingga sangat bermanfaat. Download di http://www.avira.com/en/support/support_downloads.html
Jika hanya digunakan untuk menangani virus, maka AntiVir Rescue System lebih unggul. Selain besarnya hanya sekitar 55 MB (UBCD4Win sekitar 230 MB) AntiVir Rescue System senantiasa update, sehingga lebih mampu mendeteksi virus-virus baru. Tetapi jika memerlukan aplikasi lain, untuk perbaikan, recovery, mengecek hardware dan lainnya, maka UBCD4Win jelas lebih unggul.
Tetapi sayang untuk AntiVir Rescue System, ketika saya mencoba versi 11 Juli 2008 kemarin belum bisa digunakan, dan muncul tulisan bahwa ini versi DEMO. Setelah cai-cari informasi di forum, sepertinya memang ada yang salah dengan filenya (ISO). Dan sepertinya perbaikan baru akan dirilis September 2008 nanti. Sampai saat ini saya belum mencobanya lagi
4. Scan dan hapus virus secara manual
Cara ini bisa dilakukan bagi yang sudah cukup familiar dengan Sistem operasi khususnya windows, berbagai teknik virus (menyebar, menginfeksi dll), berbagai informasi tentang file atau directory komputer dan lainnya. Cara ini sebaiknya dilakukan melalui Bootable CD ( bisa digunakan Bootable CD dari cara ke 3 diatas atau dengan Linux Live CD seperti Ubuntu, Knoppix dan lainnya.
5. Install ulang
Ini mungkin alternatif terakhir jika cara-cara diatas tidak bisa atau ingin cara cepat. Tetapi dengan selesainya install ulang tidak menjamin komputer bebas virus lagi, bisa saja virus menginfeksi program lainnya yang di install kemudian. Selain itu jika kita sudah meng-install program komputer yang cukup banyak, maka bisa jadi install ulang memerlukan waktu cukup lama dan melelahkan.
Cara ini mungkin juga tidak bisa dilakukan jika komputer/laptop sudah di install Sistem operasi sejak kita beli (Software OEM), karena biasanya tidak disertakan CD Instalasinya. Yang jelas jika ingin menginstall ulang, pastikan CD Driver komputer/laptop sudah tersedia. Selain itu sebaiknya diketahui dulu virus apa yang menginfeksi komputer sebelum menginstall ulang.
Cara Lain ?
Ya mungkin masih ada cara lain, seperti scan online, format hardisk (cara ekstrim sepertinya..) atau cara-cara lain. Jika ada masukan cara lain membasmi virus yang terlanjur menginfeksi komputer silahkan dilengkapi.(ebsoft.web.id)
welcome
YG UDAH MASUK
Selasa, 18 November 2008
TIK
Langganan:
Posting Komentar (Atom)



Tidak ada komentar:
Posting Komentar